Tips Merawat Burung Cipoh/Sirtu Tangkapan Yang Sudah Dewasa

Merawat burung cipoh atau sirtu dewasa dari hasil tangkapan liar memang sedikit sulit dibangdingkan dengan merawat yang masih muda. Banyak sirtu/cipoh dewasa liar yang dirawat tidak mampu bertahan hidup lama didalam sangkar.

merawat burung cipoh tangkapan

Sulitnya merawat cipoh atau sirtu dewasa dari hasil tangkapan hutan dikarenakan burung tersebut sudah terbiasa hidup dialam liar sehingga tidak mudah beradaptasi dengan lingkungan baru (didalam sangkar). Karena sulitnya beradaptasi tersebut, burung menjadi stress sehingga membuat burung enggan makan makanan yang disediakan.

Cara Merawat Cipoh/Sirtu Liar Agar Tidak Mudah Mati

Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan dalam memelihara burung sirtu tangkapan liar, namun hal yang paling penting untuk dilakukan adalah bagaimana membuat burung bisa beradaptasi dengan lingkungan baru.
  • Saat Anda mendapatkan burung cipoh/sirtu dewasa dari beli diombyokan maupun dari hasil menangkap sendiri di alam liar, segera tempatkan sangkar sirtu pada ruangan yang sepi dari lalu-lalang manusia.
  • Masukan Jangkrik, UH (Ulat Hongkong), dan Kroto segar dalam wadah/cepuk sendiri-sendiri serta berikan air bersih pada cepuk yang agak besar untuk minum sekalian untuk mandi burung.
  • Jangan memandikan burung terlebih dahulu setidaknya selama 3 hari. Lihat terlebih dahulu kondisi burung, jika sudah mau makan makanan yang sudah disediakan maka baru bisa kita memandikannya. Selain itu lihat kondisi cuaca, lakukan pemandiaan disaat cuaca sedang cerah.
  • Sangkar burung sebaiknya dikerodong selama proses adaptasi.
  • Jika Anda memiliki burung berkicau lainnya maka jauhkanlah terlebi dahulu dari melihat maupun mendengar suara burung berkicau tersebut.
  • Setelah kurang lebih satu minggu, lihat keadaan burung jika dalam kondisi lincah dan mau makan makanan yang disediakan maka proses selanjutnya adalah mengajari makan voer.
  • Campur voer dengan UH yang dipotong kecil atau campur dengan kroto segar. Voer yang diberikan adalah voer kecil (bukan lembut seperti tepung). Prosentase voer dan EF (uh/jangrik) lakukan sedikit demi sedikit.
Itulah tips merawat burung cipoh/sirtu tangkapan yang sudah dewasa agar terhindar dari kematian dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika sudah berhasil beradaptasi langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah membuat burung sirtu gacor.