Menghindari Resiko Kematian Murai Bakalan

Sering terjadi kasus kematian pada murai bakalan yang baru di pelihara, apalagi jika burung tersebut baru di beli/dapat dari hasil tangkapan hutan. Murai masih dalam keadaan stress dan tentunya butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Saat dalam kondisi tersebut tentu nafsu makan burung berkurang bahkan tidak ada nafsu untuk makan sama sekali, alhasil burung menjadi sakit dan berujung dengan kematian.

menghindari-resiko-kematian-murai-bakalan_326554

Selain kematian murai bakalan terjadi karena kondisi mental yang masih stress, ada beberapa penyebab lain yang perlu diperhatikan.

1. Murai bakalan hasil pancingan
Kasus kematian murai bakalan hasil tangkapan dengan menggunakan mata pancing paling banyak terjadi. Untuk mengantisipasi, sebaiknya saat akan membeli MB perhatikan hal berikut:
  • Burung murai mempunyai suara khas, yaitu kretekan. Namun jika murai bakalan hasil tangkapan dengan metode pancingan tidak akan mengelurakan suara tersebut, karena adanya luka pada tenggorokannya. Tetapi juga jangan beranggapan kalau MB yang tidak mengeluarkan suara kretekan adalah hasil pancingan, namun hanya perlu mewaspadainya saja.
  • Murai hasil pancingan biasanya nafsu makan turun karena adanya rasa sakit pada rongga mulut akibat pancing. Untuk itu, kita perlu waspada pada murai bahan yang tidak tertarik dengan EF (jangkrik, UH, maupun yang lainnya). 
  • Sebaiknya meminta penjual MB untuk membuka mulut burung, jika terdapat luka di sekitar tenggorakan burung kemungkinan besar adalah hasil dari pancingan.
  • Jangan tergoda dengan omongan sang penjual yang mengatakan kalau murai bakalannya mau makan dilihat dari banyaknya sisa makanan yang tercecer didasar sangkar. Kebanyakan penjual burung hasil pancingan dalam mengelabui calon pembeli salah satunya dengan membiarkan kotoran maupun sisa makanan burung atau tidak dibersihkan kandangnya.
  • Penjual burung hasil dari pancingan yang nakal juga biasanya memberikan air infusan pada tempat minum, cara ini digunakan agar kondisi burung tetap fit walaupun tidak makan.
2. Kebersihan kandang murai
Murai bakalan yang baru dibeli biasanya kandang selalu dikerodong, hal tersebut memang baik untuk mengurangi stress pada burung. Akan tetapi perlu dilakukan pemantauan dan pembersihan kandang setiap harinya. Selain itu, sirkulasi udara pada kandang juga diperlukan agar murai bakalan tidak mudah terjangkiti virus yang berasal dari kotorannya karena kondisi pengap akibat kerodong.

Baca juga artikel: Tips Mempercepat Murai Bakalan Berkicau

3. Adanya kotoran yang menempel pada kolaka (dubur)
Terjadinya kematian pada murai bakalan salah satunya adalah akibat adanya kotoran yang menempel pada dubur. MB yang baru ditangkap dari hutan biasanya sering mengeluarkan kotoran berbentuk cair yang kental dan lengket. Kotoran ini seringkali menempel pada bulu halus di bagian dubur dan lama kelamaan akan dapat menyumbat saluran pembuangan, jika hal ini terjadi tentu akan membuat burung menjadi sulit buang kotoran yang dapat mengakibatkan kematian.

Oleh karena itu, kita harus memeriksa bagian dubur burung setidaknya 1 minggu sekali untuk memastikan tidak adanya kotoran yang melakat. Namun jika sudah ada kotoran yang menempel dan kondisinya sudah mengeras, solusinya adalah menggunting bagian bulu yang tertempel kotoran.

4. Cuaca ekstrim
Perubahan cuaca yang esktrim, misalnya pagi hari cerah namun pada siang harinya hujan dan suhu udara menjadi dingin. Saat kondisi seperti ini bisa membuat burung murai bakalan menjadi sakit dengan mengembangkan bulu-bulunya. Jika hal ini terjadi maka sebaiknya segera dilakukan pengobatan, karena akan berakibat fatal yang berujung kematian.

Solusi mengatasi burung murai bakalan yang belum dapat beradaptasi dengan perubahan cuaca yang ekstrim adalah dengan menempatkan kandang pada ruangan yang memiliki suhu stabil atau bisa dengan memberikan penerangan listrik agar suhu menjadi hangat.

Baca juga artikel: Solusi Hilangkan Kutu Pada Burung Kicauan

Itulah beberapa cara untuk menghindari resiko kematian burung murai bakalan yang kami kutip dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.
Tag : Murai, Perawatan