Penyebab Bulu Kucing Rontok

Seringkali kita melihat banyak bulu kucing rontok dan berserakan di lantai maupun sofa. Mungkin hal ini sudah biasa dan sering kita lihat, namun jika bulu-bulu yang rontok jumlahnya banyak tidak seperti biasanya maka kita perlu waspada karena kemungkinan kucing peliharaan Anda sedang dalam kondisi yang tidak sehat.

penyebab-bulu-kucing-rontok_32654

Bulu Kucing Rontok Secara Normal


Tiap tahun secara umum kucing akan mengalami kerontokan bulu minimal 1 kali yang kemudian akan diikuti dengan pertumbuhan bulu-bulu baru. Kerontokan bulu secara normal jumlahnya tidak terlalu banyak dan hal ini juga terjadi pada kucing betina karena adanya siklus reproduksi.

Kerontokan bulu yang tidak normal (dalam jumlah banyak) merupakan hal yang perlu dikhawatirkan. Ada banyak penyebab yang membuat bulu kucing rontok secara tidak normal. Penyebab-penyebab tersebut harus segera kita ketahui agar keindahan bulu kucing tetap terjaga. Berikut beberapa penyebab yang dapat membuat bulu kucing menjadi rontok.

Kucing Kekurangan Nutrisi

Kucing yang kekurangan nutrisi selain tubuhnya tidak sehat juga membuat bulu-bulunya menjadi rontok. Idealnya kandungan protein yang dikonsumsi kucing minimal 30% untuk yang masih kecil, sedangkan yang sudah berumur dewasa adalah 25 hingga 30%. Selain itu kucing juga membutuhkan asupan vitamin dan nutrisi lainnya guna menjaga kesehatan tubuh, kulit, dan bulu.

Memberikan makanan kucing yang mengandung protein yang cukup merupakan suatu kewajiban agar kondisi kesehatan tetap terjaga. Selain itu kita juga perlu memberikan vitamin yang baik bagi pertumbuhan bulu yaitu Vitamin A dan E serta beri juga nutrisi tambahan. Ada banyak produk makanan kucing yang sudah lengkap kandungan protein, vitamin, dan nutrisi namun jika Anda tidak menemukan maka bisa dengan mencampur sendiri makanan tersebut secara seimbang.

Perlu diperhatikan juga bahwa selain kekurangan vitamin ternyata kelebihan vitamin juga dapat menyebabkan bulu kucing rontok bahkan membuat kulit berkerak dan mengelupas. Jika Anda bingung apakah kucing kekurangan atau kelebihan vitamin maka sebaiknya bawa ke dokter hewan untuk memastikannya.

Baca artikel Makanan Berbahaya Bagi Kucing

Suhu kandang/tempat kucing terlalu panas

Kulit dan bulu kucing mempunyai fungsi sebagai perlindungan tubuh dari pengaruh lingkungan serta penyakit. Kulit serta bulu kucing akan mengatur kondisi suhu pada tubuh dalam batas tertentu, jika kondisi lingkungan dalam keadaan dingin maka bulu kucing akan terangsang untuk tumbuh lebih tebal serta panjang karena untuk menghilangkan hawa dingin yang menyelimuti tubuh. Sedangkan pada kondisi suhu yang panas, kucing akan merontokan bulu-bulunya.

Agar bulu kucing tidak rontok, maka tempatkanlah kucing pada tempat yang kondisi suhunya sejuk, kering, bersih, dan lancar sirkulasi udaranya.

Pemandian dan penggunaan shampoo

Penggunaan shampoo yang tidak sesuai (bukan shampoo khusus untuk kucing) pada saat memandikan juga dapat mengakibatkan kerontokan bulu. Kerontokan di picu oleh adanya kandungan deterjen yang berlebihan, hal ini akan membuat kulit kucing terkena iritasi yang berujung pada rontoknya bulu-bulu.

Selain penggunaan shampoo yang tidak sesuai, memandikan kucing yang terlalu sering juga dapat mengakibatkan rontok bulu. Mandi dengan kadar terlalu sering akan membuat kulit kucing jadi terlalu lembab sehingga akan menjadi tempat berkambang biak jamur. Akan tetapi jika kelembaban kulit terlalu rendah maka akan berakibat bulu menjadi rapuh dan kulit kering. Sebaiknya pada saat proses pengeringan setalah memandikan usahakan dilakukan dengan baik sampai kulit kucing benar-benar tidak lembab.

Baca juga artikel Tips Aman Memandikan Kucing Dirumah

Adanya kutu atau pinjal

Kutu pada kucing dapat membuat kulit menjadi bengkak, kemerahan, serta peradangan saat menggigit. Jika kutu berjumlah banyak maka reaksi alergi serta radang kulit akan menjadi lebih kuat dan berakibat terjadinya kerontokan bulu pada sekitar kulit yang terjadi peradangan.

Adanya Tungau (Mites)

Tungau akan menghisap cairan tubuh yang ada dikulit. Kulit yang dihisap cairannya oleh tungau akan membuat kulit menjadi kering dan mati. Jenis tungau yang sering menyerang kucing diantaranya Demodex dan Scabies, kedua jenis tungau ini hidup dan tinggal dibawah kulit dalam lubang serta terowongan yang dibuatnya sendiri. Akibat dari serangan tungau ini akan memperburuk kerusakan kulit dan bulu kucing.

Kucing terkena jamur

Daerah yang memiliki kelembaban yang tinggi sangat mudah bagi pertumbuhan berbagai jenis jamur. Selain itu kucing yang memiliki bulu tebal dan panjang juga menjadi tempat yang mudah bagi perkembangbiakkan jamur salah satunya yang sering disebut dengan Ringworm. Jenis penyakit ini tidak hanya menyerang hewan tetapi juga dapat menyerang manusia yang mengakibatkan gatal dan kemerahan pada kulit.

Terjadinya gangguan hormon

Produksi hormon yang tidak baik juga akan berpengaruh buruk pada kulit serta bulu kucing, diantaranya adalah gangguan pada hormone adrenal yang bisa mengakibatkan terjadinya kebotakan pada sisi tubuh.

Terjadi alergi

Kucing yang terkena alergi bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena makanan, kutu, obat-obatan, vaksin, rumput, dan lain-lainnya. Untuk mengatasi alergi pada kucing bisa dilakukan dengan memberikan antihistamin serta menjauhkan kucing dari tempat atau bahan yang menyebabkan alergi. Akan tetapi tidak mudah untuk mengidentifikasi penyebab alergi, perlu kecermatan pemelihara untuk mengetahui penyebabnya.

Efek obat-obatan

Penggunaan obat-obatan juga bisa menyebabkan bulu kucing rontok, misalnya adalah obat anti kanker saat kucing menjalani kemoterapi. Selain itu suntikan beberapa jenis obat juga dapat membuat kerontokan bulu, biasanya pada sekitar tempat suntikan. Rontok bulu yang diakibatkan oleh obat-obatan biasanya akan tumbuh kembali setalah efek obat telah habis.

Terjadi gangguan pada kekebalan tubuh

Penyebab bulu kucing rontok juga diakibatkan oleh adanya gangguan pada system kekebalan tubuhnya misalnya adalah autoimun (penyakit yang disebabkan oleh adanya reaksi system kekebalan tubuh pada kulit dimana sel darah putih atau antibody tubuh yang sangat kuat sehingga akan melawan jaringan tubuh sendiri. Wikipedia)