9 Permasalahan Lovebird Yang Perlu Anda Ketahui

Mengetahui berbagai permasalahan “Penyakit” yang sering terjadi dalam merawat burung lovebird juga merupakan suatu keharusan bagi pemeliharanya. Sebagai pemelihara diwajibkan untuk memberikan perawatan sebaik-baiknya pada hewan peliharaan kesayangannya.

burung-lovebird-dan-permasalahannya

Mempunyai pengetahuan berbagai permasalahan yang biasa terjadi dalam perawatan burung lovebird akan membuat kita menjadi lebih tenang, karena kita sudah tahu cara mengatasinya. Penting sekali anda untuk mengetahui beberapa daftar permasalahan yang biasa terjadi pada lovebird, seperti dibawah ini.

1. Permasalahan egg binding pada lovebird


Permasalahan dalam ternak lovebird yang sering mennyebabkan indukan betina mati adalah Egg binding atau biasa disebut dengan telur lengket. Untuk memperkecil kematian induk betina karena egg binding bisa dilakukan dengan cara seperti berikut:
  • Sediakan alat sepet (berisi minyak goreng yang masih baru/fresh sebanyak 1 ml).
  • Minyak goreng
Cara menanggulanginya:
  • Pegang lovebird dengan posisi terlentang, kemudian anda lolohkan menggunakan sepet yang berisi minyak goreng ke mulutnya.
  • Selanjutnya, teteskan minyak goreng pada anus LB. Setelah itu, urut secara perlahan-lahan dan sambil ditekan sesekali.
  • Setelah prose situ selesai, masukan kembali lovebird yang mengalami egg binding kedalam sangkar yang dikerodong. Lihat hasilnya pada keesokan harinya.

2. Permasalahan cacat kaki pada lovebird


Banyak sekali terjadi anakan lovebird yang kakinya tidak bisa untuk berdiri serta jari kaki tidak bisa mencengkeram dengan sempurna. Penyebab terjadinya hal ini dikarenakan bahan sarang yang terdapat pada sangkar tidak mencukupi dan mengakibatkan lovebird tidak memiliki dasar untuk berpijak pada tempat yang tidak licin.

Kasus ini sering terjadi pada dasar sangkar yang menggunakan papan triplek. Untuk itu sebaiknya gunakan papan yang belum diserut atau dihaluskan sebagai papan dasar pada sangkar.

Mengatasi anakan lovebird yang sudah terlanjur cacat bisa anda lakukan dengan memasung kakinya dengan kain. Caranya adalah tarik kedua kaki ketengah sedikit kencang.

3. Lovebird terkena snot


Pada artikel Kenali Penyebab Infeksi Mata pada Burung kami juga membahas masalah penyakit Snot. Jenis penyakit yang menyerang mata ini memang sangat berbahaya bagi burung Lovebird. Namun anda juga tidak perlu risau, karena jika di lakukan perawatan dengan baik penyakit Snot ini bisa disembuhkan.

lovebird-terkena-snot-penyakit-mata

Tanda umum pada lovebird yang terkena Snot adalah sering keluar cairan pada bagian mata, karena adanya rasa yang mengganggu maka burung akan sering menggosokan matanya pada tenggeran atau pada jeruji sangkar secara berulang-ulang, berkurangnya nafsu makan yang mengakibatkan tubuh menjadi kurus, adanya pembengkakkan disekitar kelopak mata yang berwarna merah, jika sudah terlalu lama burung mengalaminya maka tekstur kotorannya akan cair serta berwarna putih dengan bau yang menyengat.

Cara menangani lovebird yang terkena snot/penyakit mata
  • Sifat penyakit ini adalah menular, jadi sebaiknya burung dikarantina/dijauhkan dengan burung lainnya terlebih dahulu.
  • Hentikan proses memandikan dan penjemuran, kerodong sangkar (usahakan ada sedikit cahaya) dan tempatkan di ruangan yang sepi.
  • Berikan antibiotic serta vitamin agar kondisi burung tidak drop/lemah.
  • Oleskan obat khusus snot (anda bisa peroleh di toko burung) dengan menggunakan tisu pada bagian mata.
  • Hentikan pemberian makanan kangkung terlebih dahulu.
  • Tempat untuk minum usahakan yang berukuran kecil untuk menghindari lovebird mandi sendiri.
  • Semprotkan air rebusan daun sirih pada sangkar, air rebusan ini berguna untuk membunuh bakteri agar tidak berkembang biak.
  • Kotoran dalam sangkar harus selalu dibersihkan.
  • Dalam melakukan pengobatan, sebaiknya anda menggunakan sarung tangan guna menghindari tertularnya bakteri.

4. Permasalahan patek pada lovebird


Penyebab terjadinya patek atau cacar unggas adalah strain virus cacar, virus jenis ini juga dapat menyerang lovebird kesayangan anda. Resiko kematian unggas yang terkena patek/cacar sangat tinggi dan bersifat menular. Penularan virus ini bisa melalui nyamuk, terjadinya gesekan atau kontak langsung dengan permukaan burung yang terkena patek.
Penyakit patek terdiri dari dua jenis, yaitu patek kering (cutaneous) dan patek basah.

#1. Patek kering
Jenis penyakit ini pada umumnya akan menyerang kulit dengan timbulnya kutil pada bagian tubuh tanpa bulu seperti bagian sekitar mata, pangkal paruh, dan kaki.
Burung yang terkena patek/cacar bisa dilihat dari tandanya:
  • Adanya kutil pada bagian yang tidak berbulu
  • Jika virus ini sudah sampai mengganggu system saluran makan, maka burung akan terlihat kurus dan lemah.
  • Pernafasan burung menjadi tersengal-sengal.
#2. Patek basah
Burung yang terkena patek basah biasanya akan terdapat bercak putih yang menyerang selaput dimulut, kerongkongan, trakea, paru-paru. Akibat terjadinya patek basah ini maka system pernapasan burung akan terganggu dan kesulitan dalam makan.
Patek basah juga merupakan jenis penyakit yang menular. Penularan penyakit ini sama seperti penyakit patek kering diatas. Untuk proses pengobatannya juga sama dengan jenis penyakit patek kering.

5. Permasalahan nyilet pada lovebird

nyilet-pada-lovebird

Loevbird nyilet adalah tulang dada yang terlihat menonjol atau dengan bahasa lain prominent keel/prominent breast bone. Dada nyilet sering diidentikan karena kekurangan gizi, namun tidak semua LB yang nyilet karena asupan gizi yang kurang, bisa juga karena adanya penyakit.

Penyebab umum terjadinya permasalahan nyilet pada lovebird antara lain:
  • Kandungan gizi pada makanan yang kurang.
  • Kurangnya porsi makan burung.
  • Burung terkena penyakit gondok.
  • Burung mengalami keracunan bahan logam berat.
  • Adanya permasalahan pada paruh.
  • Adanya gangguan parasit yang menyerang lovebird, seperti: Cacing gelang, giardia, lalat, kutu, serta tungau kulit.
  • Terjadinya infeksi yang diakibatkan oleh bakteri, jamur, dan virus.
  • Penyakit yang bisa mengakibatkan penurunan berat badan lovebird antara lain PDD (Proventricular Dilatation Disease), Aspergillosis, Psittacosis, Avian tuberculosis, Candida, Avian polyoma, WNV (west nile virus).

Pengobatan lovebird nyilet

  • Burung dikarantina/diisolasi dalam sangkar yang dikerodong.
  • Hentikan proses mandi dan penjemuran terlebih dahulu.
  • Berikan obat khusus nyilet (bisa di peroleh di toko burung)
  • Bersihkan kotoran burung setiap hari.

6. Tetelo pada lovebird


Tetelo merupakan penyakit yang menyerang system saraf burung. Tanda-tanda lovebird terkena tetelo adalah menggeleng-gelengkan kepala seperti terkena stroke.

Cara mengobatinya sama seperti pada lovebird yang terkena snot diatas, yang membedakan adalah jenis obatnya. Gunakan obat khusus untuk tetelo atau obat khusus syaraf yang banyak dijual di toko burung.

7. Kaki lemas pada lovebird


Penanganan lovebird yang kakinya lemas adalah dengan mengkarantina terlebih dahulu, kemudian kompres kaki dengan menggunakan air hangat dilanjutkan dengan mengurut kaki menggunakan minyak tawon 2 kali sehari (lamanya pengurutan bisa anda sesuaikan sendiri).

8. Lovebird berak kapur


Lovebird yang kotorannya seperti kapur atau biasa disebut dengan berak kapur, cara mengobatinya adalah dengan memberikan bawang putih untuk dimakan. Potong bawang putih berukuran kecil-kecil kemudian taruh pada wadah makanan (cukup setengah siaung saja).

9. Lovebird cabut bulu


Cabut bulu yang dilakukan lovebird bukan hanya karena adanya kutu atau kekurangan vitamin, namun bisa karena menderita stress fisiologis. Penyakit ini juga kerap terjadi pada burung paruh bengkok lainnya.

Stress fisiologis timbul akibat hidup menyendiri dalam sangkar, seperti yang kita tahu bahwa lovebird merupakan tipe burung yang senang berkoloni. Sehingga jika mengalami hidup sendiri maka bisa membuat burung stress secara fisiologis, salah satunya adalah hilangnya komunikasi dengan sesama lovebird serta tidak mendapatkan pasangan.

Akibat keadaan yang seperti itu maka burung menjadi stress dan meluapkan kegelisahannya dengan cara mencabuti bulu-bulunya.

Solusi terbaik pada burung yang cabut bulu akibat stress fisiologis adalah dengan mencarikan jodoh guna melampiaskan hasrat biologisnya. (baca juga artikel 6 Langkah Mengatasi Murai Yang Mencabut Bulu)

Itulah beberapa permasalahan yang biasa terjadi pada perawatan burung lovebird, semoga bisa bermanfaat bagi para pecinta burung yang terkenal dengan ngekeknya. Sumber referensi artikel dari berbagai pengalaman kaskuser.