3 Masalah Yang Kerap Terjadi Pada Murai Batu

Mempunyai burung murai batu yang berpenampilan menarik dan indah dalam berkicau merupakan point atau tujuan utama dalam memeliharanya. Namun menariknya tampilan dan indahnya suara bergantung pada kondisi kesehatan burung tersebut, jika burung dalam keadaan sakit tentu saja penampilan jadi tidak menyenangkan dan enggan untuk berkicau.

penyakit-pada-murai-batu

Saat merawat burung peliharaan khususnya murai batu seringkali menghadapai berbagai masalah kesehatannya baik fisik maupun mental. Berikut beberapa masalah yang biasanya sering terjadi pada MB dan cara penanganannya yang kami kutip dari blog muraibatuaceh:

Murai Batu suara serak


Suara serak yang terjadi pada MB umumnya disebabkan karena melakukan penjemuran yang berlebihan, adanya luka pada tenggorokan yang diakibatkan karena makanan (biasanya luka akibat duri pada kaki jangkrik), dan terjadinya perubahan cuaca yang bersifat ekstrim. 

Solusi dalam menangani permasalahan suara serak pada MB maka hindari penjemuran murai batu secara berlebihan atau terlalu lama, tutup sangkar dengan kerodong jika terjadi perubahan cuaca yang ekstrim, member minuman larutan penyegar (tidak berasa) sebagai pengganti air minum, pemberian EF berupa jangkrik sebaiknya dibuang bagian kaki dan kepalanya terlebih dahulu, berikan makanan tambahan berupa cacing saat proses penyembuhan, bersihkan kandang dari kotoran.

Murai Batu angkat kaki sebelah


Masalah yang terjadi pada MB yang mengangkat kaki sebelah biasanya disebabkan karena adanya kejang pada kaki atau otot kaki yang tertarik, kuku yang terluka, dan telapak kaki yang mengalami luka.

kaki-burung-luka

Solusi penanganganan pada MB yang angkat kaki sebelah jika dikarenakan kejang biasanya burung akan menyembuhkannya sendiri, proses penyembuhan biasanya dengan mengangkat kaki serta menyembunyikannya dibagian bawah dada. Namun jika dalam melakukan proses ini terlalu lama, maka sebaiknya segera oleskan minyak tawon pada bagian kaki yang selalu diangkat.

Sedangkan jika proses angkat kaki karena terdapat luka dan mengeluarkan darah, lakukan pembersihan pada kaki yang terluka kemudian berikan betadine untuk mencegah terjadinya infeksi. Selama menjalani proses pemulihan sebaiknya murai batu dalam kondisi dikerodong dan tempatkan pada ruangan yang tenang.

Nafsu makan Murai Batu berkurang


Berkurangnya nafsu makan pada MB biasanya disebabkan karena keracunan yang bersumber dari komsumsi makanan maupun minuman, burung mengalami stress berat, kurangnya persediaan makanan maupun minuman dalam waktu yang lama. (Lihat juga artikel Makanan Bergizi Bagi Murai)

Solusi penanganannya adalah selalu menjaga kondisi kebersihan kandang, ganti voer yang sudah lama dan minuman diganti setiap pagi.

Jika kurangnya nafsu makan akibat stress, maka tempatkanlah murai batu pada tempat yang tenang dan pencahayaan yang cukup sambil sangkar dikerodong. Berikan juga obat stress dan penambah nafsu makan yang banyak dijual ditoko-toko burung. (Baca juga artikel Pentingnya Vitamin Bagi Murai Batu)

Selalu pantau kondisi burung dan berikan EF (extra fooding) lebih dari biasanya sampai kondisi Murai Batu menjadi normal kembali.