9 Tanda Burung Yang Sedang Sakit

Terkadang kita tidak mengetahui apakah burung berkicau yang kita pelihara dalam keadaan sehat atau sedang sakit. Sebagai pemilik burung harus bertanggung jawab terhadap kondisi kesehatan peliharaannya, kita harus belajar bagaimana mengidentifikasi gejala penyakit umum yang sering terjadi pada burung. Jagalah kesehatan burung anda dengan belajar mengenai tanda-tanda burung sedang sakit.

tanda-tanda-burung-sakit

Gejala Burung Sedang Sakit


Burung dapat menyembunyikan penyakit yang diderita dari pemiliknya, sehingga kita terkadang tidak mengetahui dan tiba-tiba saja menemukan burung peliharaan sudah terbujur kaku di dasar kandang atau mati. Tetapi kalau kita sering mencermati kondisi burung maka akan dapat meilihat gejala-gejala yang tidak biasa dari perilaku burung dalam kesehariaanya. Berikut tanda/gejala yang sering terjadi pada burung yang sedang sakit:

1. Warna Kotoran Burung
Warna kotoran burung memang tergantung dari makanan apa yang anda berikan. Meskipun demikian, Anda harus hati-hati dengan kotoran yang berwarna kuning, coklat kekuning-kuningan, atau hitam legam. Kotoran yang berwarna seperti itu dapat mengindifikasikan terjadinya pendarahan didalam, dan berbagai masalah serius pada burung lainnya. Anda juga dapat melihat warna kotoran apakah berbeda dari biasanya, apakah terlalu berair atau terlalu keras.
2. Bulu Burung
Burung yang mengacak-acak bulunya dalam waktu yang lama biasanya terjadi gangguan pada pernapasan atau gangguan lainnya, seperti terkena jamur/bakteri (Baca artikel 6 Langkah Perawatan Murai Yang Mencabuti Bulu). Bulu rontok karena diacak-acak oleh burung juga akan berpengaruh pada penurunan berat badan, hal ini dapat mengancam kehidupan sang burung.
3. Lubang Hidung Burung
Lihat bagian lubang hidung burung anda, jika ada kemerahan, peradangan, atau meler keluar cairan maka burung sedang dalam kondisi kesehatan yang buruk atau sakit.
4. Mata Keruh Pada Burung
Jika mata pada burung anda terlihat keruh, bisa jadi karena terjadi gangguan pada system pernafasa, saraf, atau gangguan pada otot.
5. Nafsu Makan Burung Menurun
Sistem metabolisme burung itu sangat tinggi, sehingga makanan bernutrisi sangatlah penting bagi burung. Namun jika burung anda tiba-tiba saja tidak lahap dalam memakan disertai dengan penurunan berat badan, maka keadaan seperti ini bisa jadi terjadi penyumbatan usus pada burung anda. Jika keadaan ini dibiarkan maka akan berakibat kematian secara cepat jika tidak segera diobati. Kondisi seperti ini bisa juga disebabkan kurangnya kebersihan pada sangkar burung. Bersihkan sangkar dari kotoran setiap hari agar berbagai kuman tidak bersarang dikandang burung.
6. Paruh Burung Terbuka
Penyakit  yang sering terjadi pada burung adalah pernafasan. Gejala ini bisa dilihat dari paruh yang selalu terbuka pada saat istirahat.
7. Bulu Burung Kotor
Burung merupakan hewan yang senang berdandan dan membersihkan bulu-bulunya setiap hari agar tetap bersih. Jika bulu burung anda terlihat kotor, berantakan, atau mengelompok pada sekitar wajah maupun ekor merupakan tanda kalau burung anda sedang sakit.
8. Sering Mengayunkan Ekor
Jika burung anda mengayunkan ekornya dengan waktu yang lama dan berulang-ulang ini merupakan indikasi terjadinya infeksi pada pernapasan. Burung tidak memiliki diafragma untuk memisahkan rongga dada dari perut, otot yang terletak didasar ekor burung  berperan untuk memperluas paru-paru guna mengambil udara. Oleh karena itu jika burung mengalami kesulitan bernapas, maka otot-otot ekor akan bekerja dengan keras dan menyebabkan ekor berayun.
9. Suara Burung Berubah
Manusia jika tubuhnya sedang sakit maka akan banyak diam, begitu juga dengan burung akan diam dan tidak mau mengeluarkan kicauan seperti biasanya. Perhatikan juga volume suara, jika suara yang keluar serak atau pola vokalisasi berubah maka anda harus memantau perubahan burung dalam beberapa hari kedepan.
Itulah 9 Tanda Burung Yang Sedang Sakit, jika burung anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan diatas, maka segeralah diberi pengobatan atau dibawa ke dokter hewan agar segera ditangani. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dalam merawat dan menjaga burung kicauan peliharaan anda.